CANTIK DIBALIK KERUDUNG

“Wanita sejati bukanlah dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menutupi bentuk tubhnya. Wanita sejati bukanlah dilihat dari Kecantikan paras wajahnya, tetapi dari kecantikan hati yang ada dibalikmya. Wanita sejati bukanlah dilihat dari begitu banyak kebaikan yang diberikan, tetapi dari keihklasan ia memberikan kebaikan itu. Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Wanita sejati bukanlah dilihat dari keahlihannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya berbicara. Wanita sejati bukanlah dilihat dari keberaniannya berpakaian, tetapi dilihat dari sejauhmana ia berani mempertaruhkan kehormatannya. Wanita sejati bukanlah dilihat dari kekawatirannya digoda orang lain dijalan, tetapi dilihat dari kekawatirannya yang mengundang orang lain jadi tergoda. Wanita sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan syukur. Dan ingatlah..........!!!!!!!! Wanita sejati bukanlah dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauh mana ia bisa menjaga kehormatanya dalam bergaul....... Wassalam........... “semoga bisa menjadikan kita bertafakkur ya ikhwati”

Jumat, 19 November 2010

MULTAQO KYAI DAN HABAIB di MAJT

Ajang Curhat Para Kyai
Multaqa atau pertemuan ulama digelar hanya berselang tujuh hari setelah pelaksanaan pemilu Legeslatif 2009. Kehadiran Habib Umar bin Muhammad bin salim bin Hafidz, pengasuh pesantren Daarul Mustafa, Tarim,Yaman, menjadi “penyejuk” tersendiri bagi para Habib, Ulama dan kyai yang hadir. Maklumlah suhu politik pada kamis 9 april 2009 tidak hanya menjadi hangat tapi sudah berubah menjadi panas. Bisa dihitung dengan jari kyai-kyai yang selama ini istiqomah bertahan dibasic-nya yaitu pondok pesantren ngrumati para santri.
Ada yang secara sirr ada juga yang terang-terangan naik panggung politik. Lihatlah ada kyai di partai kebangkitan bangsa (PKB) Partai kebangkitan Nasional ulama (PKNU) partai persatuan pembangunan (PPP), Partai Bintang Reformasi(PBR) dll.
Topic inilah yang sejak mukhodimah diangkat menjadi bahasan utama oleh Habib Umar bin Muhammad bin salim bin hafizd dari hadratulmaut, yaman.
Pada awal pidato dalam bahasa Arab, ia mengingatkan para Habib, kyai dan Ulama yang hadir dengan ayat tentang persatuan dan kesatuan. Ayat tersebut terdapat dalam Alquran surat Alimron ayat 103,”berpegang teguhlah kamu semua pada tali Allah. Dan jangan sekali-sekali bercerai berai”. Kali ini para kyai yang biasa ceramah dan memberi tausiyah kepada umat seolah-olah dijewer oleh Habib Umar agar back to basic, mengurusi persoalan umat,ilmu, dzikir dan dakwah. Mereka yang terlalu asyik di wilayah politik supaya segera ingat ngrumati santri, masalah klasik umat, kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan.
Ajang Curhat
Acara yang mirip dengan muktamar NU itu menjadi ajang curhat para kyai yang hadir. Misalnya sejumlah Rois syuriyah dari kabupaten dan kota, memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan uneg-uneg dan berbagai persoalan kepada Rois syuriyah KH Masruri Mugni. Demikian pula para Habib menyampaikan curhat kepada Habib Lutfi bin Ali yahya juga kepada Habib Umar bin Hafidz.
Jajaran Syuriah kabuipaten Batang misalnya menyampaikan curhat berkaitan kekalahan partai-partai berbasis islam dalam pemilu legeslatif 2009.” Kekalahn –partai islam patut menjadi pelajaran buat kita,” tutur kyai Masruri mugni menanggapi curhat soal politik itu.
Kyai dan alim ulama’ menurutnya, menjadi amir atau pemimpin. Kalau mereka masuk wilayah politik, mereka akan menjadi suruhan ngalor – ngidul tidak menjadi amir lagi.” Karena itu suruhan Habib Umar bin Hafidz juga Habib Lutfi bin ali yahya agar kyai back to basic kepondok pesantren, ngurusi persoalan umat patut kita gelorakan gaungnya sampai keseluruh pelosok nusantara, “katanya”
Habib Lutfi mionta agar Ulama punya kemampuan melakukan aktualisasi ajaran islam yang ada di dalam kitab-kitab klasik. (agus fathuddin yusuf) suara merdeka jumat 24 april 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Imansipasi wanita

Imansipasi wanita
imansipasi wanita sering diterjemahkan atau diartikan dengan salah kaprah, bahwasanya kedudukan seoarang wanita harus sama dengan laki-laki dari sisi apapun. padahal dalam islam masalah imansipasi wanita sudah diatur begitu rapi oleh Alquran, tapi seseorang yang belum begitu faham dengan ajaran Islam pastilah mereka menafsirkan sebatas dengan pengetahuan akalnya, contoh imansipasi wanita dalam islam yaitu: Allah mewajibkan laki-laki dan perempuan sholat, islam tidak melarang seorang wanita mengerjakan pekerjaan seorang pria dengan tidak melanggar aturan-aturan syariat islam, wanita juga dibolehkan untuk mengangkat senjata (menjadi tentara) selama itu dibutuhkan, atau mempertahankan agama dan negara. wanita menjadi tentera tidak harus sama pakaiannya sebagaimana tentara laki-laki, wanita tetap diwajibkan untuk menutup auratnya, sehingga mereka tidak perlu membuka auratnya,

MENURUT anda bagaimanakah tentang blog ini...?

SETITIK MUTIARA WALISONGO

Para Walisongo adalah penerus dakwah Nabi Muhammad SAW, sebagai penerus atau penyambung perjuangan, mereka rela meninggalkan keluarga, kampung halaman dan apa-apa yang menjadi bagian dari hidupnya. Para Walisongo rela bersusah payah seperti itu karena menginginkan ridho Allah SWT. Diturunkannya agama adalah agar manusia mendapat kejayaan didunia dan akherat. Segala kebahagiaan, kejayaan, ketenangan, keamanan, kedamainan dan lain-lainnya akan terwujud apabila manusia taat pada Allah SWT dan mengikuti sunnah baginda Nabi Muhammad SAW secara keseluruhan atau secara seratus persen. Sebagaimana dikatakan dalam Al-Qur’an bahwa ummat Nabi Muhammad SAW diutus kepermukaan bumi adalah khusus mempunyai tanggung jawab penting. Misi pentingnya adalah untuk mengajak manusia dipermukaan bumi ini ke jalan Allah SWT. Kurang lebih lima ratus tahun yang lalu walisongo berdakwah dan berkeliling kehampir seluruh pulau jawa, maka dalam masa yang relatif singkat, yang hampir penduduknya beragama Hindu dan Budha, maka berubah menjadi kerajaan Islam Demak. Para Walisoongo mempunyai semboyan yang terekam hingga saat ini adalah 1. Ngluruk Tanpo Wadyo Bolo / Tanpo pasukan Berdakwah dan berkeliling kedaerah lain tanpa membawa pasukan. 2. Mabur Tanpo Lar/Terbang tanpa Sayap Pergi kedaerah nan jauh walaupun tanpa sebab yang nampak. 3. Mletik Tanpo Sutang/Meloncat Tanpa Kaki Pergi kedaerah yang sulit dijangkau seperti gunung-gunung juga tanpa sebab yang kelihatan. 4. Senjoto Kalimosodo Kemana-mana hanya membawa kebesaran Allah SWT. (Kalimosodo : Kalimat Shahadat) 5. Digdoyo Tanpo Aji Walaupun dimarahi, diusir, dicaci maki bahkan dilukai fisik dan mentalnya namun mereka seakan-akan orang yang tidak mempan diterjang bermacam-macam senjata. 6. Perang Tanpo tanding Dalam memerangi nafsunya sendiri dan mengajak orang lain supaya memerangi nafsunya. Tidak pernah berdebat, bertengkar atau tidak ada yang menandingi cara kerja dan hasil kerja daripada mereka ini. 7. Menang Tanpo Ngesorake/Merendahkan Mereka ini walaupun dengan orang yang senang, membenci, mencibir, dan lain-lain akan tetap mengajak dan akhirnya yang diajak bisa mengikuti usaha agama dan tidak merendahkan, mengkritik dan membanding-bandingkan, mencela orang lain bahkan tetap melihat kebaikannya. 8. Mulyo Tanpo Punggowo Dimulyakan, disambut, dihargai, diberi hadiah, diperhatikan, walaupun mereka sebelumnya bukan orang alim ulama, bukan pejabat, bukan sarjana ahli tetapi da’I yang menjadikan dakwah maksud dan tujuan. 9. Sugih Tanpo Bondo Mereka akan merasa kaya dalam hatinya. Keinginan bisa kesampaian terutama keinginan menghidupkan sunnah Nabi, bisa terbang kesana kemari dan keliling dunia melebihi orang terkaya didunia. Semboyan seperti diatas sudah banyak dilupakan umat islam masa kini. Pesan Walisongo diantaranya pesan Sunan kalijogo diantaranya adalah : 1. Yen kali ilang kedunge 2. Yen pasar ilang kumandange 3. Yen wong wadon ilang wirange 4. Enggal-enggal topo lelono njajah deso milangkori ojo bali sakdurunge patang sasi, enthuk wisik soko Hyang Widi, maksudnya adalah : Apabila sungai sudah kering, pasar hilang gaungnya, wanita hilang rasa malunya, maka cepatlah berkelana dari desa ke desa jangan kembali sebelum empat bulan untuk mendapatkan ilham (ilmu hikmah) dari Allah SWT. Para Walisongo berdakwah dengan mempunyai sifat-sifat diantaranya : 1. Mempunyai sifat Mahabbah atau kasih sayang 2. Menghindari pujian karena segala pujian hanya milik Allah SWT 3. Selalu risau dan sedih apabila melihat kemaksiatan 4. Semangat berkorban harta dan jiwa 5. Selau memperbaiki diri 6. Mencari ridho Allah SWT 7. Selalu istighfar setelah melakukan kebaikan 8. Sabar menjalani kesulitan 9. Memupukkan semua kejagaan hanya kepada Allah SWT 10. Tidak putus asa dalam menghadapi ketidak berhasilan usaha 11. Istiqomah seperti unta 12. Tawadhu seperti bumi 13. Tegar seperti gunung 14. Pandangan luas dan tinggi menyeluruh seperti langit. 15. berputar terus seperti matahari sehingga memberi kepada semua makhluk tanpa minta bayaran.

SELAMAT MEMBACA

KEPUASAN ANDA ADALAH PENGHARGAAN BAGI KAMI.
APATIS ANDA ADALAH BLUM MEMPELAJARI KAMI.
KRITIK ANDA ADALAH INTROPEKSI DIRI KAMI.